Search This Blog

Jihad Lillahi Taala..

my post...

get this widget here

Tuesday, 28 June 2011

"CATATAN SEORANG SUAMI SOLEH"


Wahai istriku, malam telah larut, dan aku melihat engkau telah terlelap dengan indahnya menuju mimpi-mimpimu, dapat aku melihat engkau tersenyum dengan indahnya di dalam tidurmu. Wahai istriku, beristirahatlah sebentar sebelum engkau bangun untuk mengerjakan sholat malammu…

Wahai istriku, dapat aku melihat bulir-bulir keringat membasahi keningmu, mungkin karena udara yang terasa panas di malam ini membuatmu banyak berkeringat dalam tidurmu, memang kamar yang sempit ini tidak memiliki AC, tidak banyak memiliki hiasan dan perabotan yang mahal, tidak juga kita tidur beralaskan tempat tidur yang empuk dan mewah. Namun diriku selalu bersyukur kepada Allah Ta’ala karena engkau menerima semua ini dengan lapang dada dan penuh kesabaran.

Wahai istriku, sewa rumah akan habis satu bulan lagi… dan tabungan kita belum cukup untuk membayar sewa rumah ini satu tahun ke depan, semoga Allah Ta’ala memberikan kita tambahan rizki agar kita mampu memperpanjang sewa rumah kecil ini, agar kita terlindung dari terik panas dan dinginnya malam, agar anak-anak kita pun bisa bernaung dari derasnya hujan dan memiliki tempat bermain. Memang tidak luas rumah yang kita sewa ini, namun bersama dirimu dan anak-anak kita semuanya menjadi teramat indah…kita memang tidak memiliki rumah tempat tinggal yang luas sebagai bagian dari kebahagiaan, namun aku memiliki sebagian kebahagiaan yang lain, yaitu dirimu sebagai istri yang shalihah yang selalu berada di sampingku, bersabar atas semua kesempitan dunia ini.

Wahai ibu dari anak-anakku, terima kasih karena engkau tidak mengeluh karena ketidak mampuan suamimu untuk membelikan sebuah rumah bagimu, terima kasih engkau telah membangkitkan semangatku untuk beribadah kepada Allah Ta’ala di tengah-tengah kesulitan kita, terima kasih atas kesabaranmu mendidik anak-anak kita ditengah kekurangan ini. Terima kasih wahai istriku engkau selalu mengingatkan aku untuk bersyukur kepada Allah Ta’ala atas rizki yang diberikan-Nya kepada kita sehingga kita bisa makan setiap hari tanpa kekurangan.
Wahai istri dari hamba yang dha’if… perkenankanlah suamimu mengajakmu untuk membangun sebuah rumah dan istana yang indah bagimu di surga kelak, dunia ini bukan bagian kita, dan kita tidak akan tinggal lama di dalamnya. Birlah kita kelak keluar dari segala kesempitan ini menuju kelapangan yang indah, insya Allah.

Wahai istriku mari kita bangun sebuah rumah di surga dengan sholat sunnah rowatib, berusahalaH untuk menegakkannya walau di tengah kesibukanmu mengurus rumah tangga dan anak-anak kita, berusahalah demi kebaikanmu dan kebaikan kita semua, aku akan membantumu dalam menjaga anak-anak kita dan membantumu mengerjakan pekerjaan rumah yang mampu aku lakukan.

Wahai istriku, mari kita bangun sebuah rumah di surga dengan meninggalkan debat, demi Alloh, debat itu hanya akan meninggalkan permusuhan dan kebencian, maka bersabarlah di dalam dakwah, ketika engkau sedang menasihati seseorang, maka perhatikanlah hak-haknya, jika dia bertanya kepadamu maka jawablah dengan baik sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, serta bersabarlah, jika ia mendebatmu maka tinggalkanlah dia. Wahai istriku, janganlah engkau banyak bercanda, apalagi jika engkau membumbuinya dengan dusta. Sungguh kedustaan itu akan meruntuhkan bagian rumahmu disurga kelak.

Wahai istriku, perbaguslah akhlakmu, berhiaslah dengan akhlak yang shalihah, berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah ash shahihah, karena bukan saja engkau akan mendapatkan sebuah rumah di bagian teratas surga, engkau juga akan mendpatkan kecintaan dari Allah Ta’ala, kemudian dari aku suamimu, dari anak-anakmu, dari karib kerabatmu dan dari seluruh kaum muslimin.

Wahai istriku, kenalilah dunia dengan segala perangkapnya, dengan segala keburukan di dalamnya, Abu Hazim berkata, “Barangsiapa yang mengenal dunia, niscaya dia tidak akan senang dengan kemegahan yang ada di dalamnya dan tidak akan bersedih dengan bencana yang ada di dalamnya.”

Karena itu wahai istriku mari kita lalui kehidupan di dunia ini sebagaimana seseorang yang asing, sebagaimana seorang pengembara dalam perantauannya, mengambil seperlunya saja apa yang menjadi hak kita, karena kita akan meninggalan negeri perantauan ini dan kembali kepada kampung halaman akhirat yang kekal. Mari kita kumpulkan bekal sebaik-baiknya, semoga kelak ketika kita pulang ke kampung halaman kita, ada sebuah rumah yang indah menanti kita, sebuah rumah yang telah kita bangun sejak jauh hari dari sekarang ini…
ketika masih di dunia ini.

Menjaga Amanah Memuliakan Wanita


Dalam Islam, wanita begitu dihormati dan dimuliakan sehingga berada pada kedudukan yang tinggi. Agama Allah telah memelihara wanita secara fitrah dan mengakui peranannya yang cukup besar dalam masyarakat.Kewanitaan yang ada pada setiap Muslimah dianggap sebagai pelengkap bagi kaum lelaki, begitu juga lelaki sebagai penyempurna bagi wanita.
Khadijah binti Khuwailid adalah wanita yang layak mendapat kemuliaan. Allah begitu memuliakan beliau sehingga memilih menjadi pendamping hidup Rasulullah SAW. Allah menjadikan Nabi Muhammad SAW begitu istimewa untuk Khadijah begitu juga sebaliknya.
Dalam diri Khadijah, terkumpul segenap cinta, kasih sayang, kesucian hati, kelembutan sebagai seorang ibu dan pengorbanan jiwa dan harta. Jika Rasulullah adalah lelaki yang sempurna di dunia, maka Khadijah pula adalah wanita yang memiliki segenap kesempurnaan dan keelokan rupa dan dan juga peribadi.
Benarlah, wanita lambang kecantikan, kasih sayang dan kelembutan. Oleh itu, status mereka tidak sesekali direndahkan dan dihina malah Islam berusaha menentang segala bentuk penindasan dan perkara-perkara yang menjatuhkan maruah mereka. Dalam surah an-Nisa' ayat 124 yang bermaksud,
" Barang siapa mengerjakan amal soleh, baik lelaki atau perempuan, sedang ia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam syurga dan mereka tidak teraniaya sedikitpun."
Wanita adalah makhluk Allah yang istimewa yang mana diciptakan dari tulang rusuk kiri lelaki. Sesungguhnya telah dijelaskan di dalam al-Quran dan juga hadis tentang betapa pentingnya peranan dan tanggungjawab wanita sama ada sebagai anak, isteri, ibu dan juga sebagai hamba Allah. Segala amanah yang dipikul itu wajib ditunaikan dengan sebaiknya supaya hidup diberkati dan mendapat ganjaran pahala daripada Allah.

Sunday, 26 June 2011

Duhai Kanda…. Karenanya… “JADILAH SURGA DITAMAN HATIKU…

Ku persembahkan untuk (calon) Pendampingku yang hanif..
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh,
Duhai Kanda…
Kupersembahkansebuah ayat dalam Al-Qur’an yang selalu kubaca disetiap kartu undanganyang selalu melayangkan pikiranku akhir-akhir ini. Hingga detik ini,aku senantiasa bertanya kapan namaku tercantum pada sebuah kartuundangan pernikahan? Siapa pula nama yang mengiringi namaku pada kartuundangan tersebut dalam rangka mitsaqan-ghalizha (perjanjian yangsangat berat) itu?
“Dan diantara tanda-tanda(kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu darijenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya danDia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yangdemikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagikaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum : 21)
Tiada kata yangdapat kuucapkan atas karunia Allah Ta’ala hingga pada waktu yang tepatnanti aku akan menikah dengan orang pilihan Allah Ta’ala yang telahditetapkan-Nya dalam kitab Lauh Mahfudz, kecuali syukur alhamdulillahuntuk-Nya. Nikmat dan anugerah ini sungguh begitu agung. Sesungguhnya,sudah aku jalani “proses” dengan laki-laki lain, tapi ternyata Allahtakdirkan engkau masih tersembunyi dibalik kuasa-Nya.
Menanti dengan ikhtiar dan doa yang penuh kesabaran tuk menghadirkanmu dalamhidupku merupakan anugerah dalam hidupku diantara anugerah-anugerahlain yang Allah Ta’ala berikan kepadaku. Diberi-Nya aku kesempatanuntuk lebih memperbaiki diri sebagai Muslimah hingga aku layak untukkau jemput kelak sebagai bidadarimu.
Subhanallaah! Fabiayyi alaairabbikumaa tukadzdzibaan..
Duhai Kanda..
Apakahyang saat ini sedang engkau lakukan? Semogalah engkau adalah seorangikhwan (laki-laki) yang sedang bersemangat mendekatkan diri kepadaAllah Ta’ala dengan bertaubat dari dosa-dosamu. Kembali kepada fitrahmusebagai manusia yang bejiwa hanif, memperbaiki diri detik demi detiksebagai bekal meninggalkan kampung penuh penipuan dan bersiap-siapmenuju kampung kekekalan.
Hingga pada saat kita dipertemukan oleh-Nya ( di tempat dan waktu yang tepat,
Kanda…
Padasaatnya nanti, jika Allah Ta’ala sudah berkehendak untuk mempersatukanhati kita, maka tak lagi kupermasalahkan maharmu yang dengan penuhkerelaan kau berikan kepadaku. Tidak kita hiraukan lagi bujuk rayusetan akan materi. Hingga engkau dapat memenuhi perintah Allah Ta’alayang berfirman :
“Dan berikanlah mahar (mas kawin) kepada perempuan yang kamu nikahi sebagai pemberian yang penuh kerelaan” (QS. An-Nisaa : 4)
Niatsuci kita untuk menuju pernikahan yang barakah meluluh lantahkan hatikuuntuk menerima mahar darimu apa adanya, bahkan aku akan mempermudahengkau dalam masalah ini, hingga aku yakin bahwa insyaAllah aku bisamenjadi orang yang tersebut dalam sabda Rasulullaah Shallallaahu’alaihiwa Sallam :
“Wanita yang paling banyak mendapatkan berkah adalah yang paling ringan maharnya”
Danakhirnya kita berdua makin yakin, bahwa pernikahan kita akan sesuaisyari’at, sebagaimana Uqbah bin Amir radhiyallaahu’anhu berkata,Rosulullah Shallallaahu’alaihi wa Sallam bersabda :
“Sebaik-baik pernikahan ialah yang paling mudah”
Duhai Kanda…
Kemudian,HALAL-nya kita untuk saling mencintai karena Alloh Ta’ala. Seketika,penantian kita yang lama itu, akan membebaskan syahwat2 yang selama inikita pendam, bersamaan dengan meleburnya dosa-dosa kita lewat genggamanjari jemari kita.
kita akan semakin mengenal satu samalain, cinta makin subur ditaman hati masing-masing Pujian demi pujianyang mengekalkan cinta kita mulai bersemi indah. Karenanya ya kanda..Kelak, malam-malam yang indah itu akan engkau hiasi denganmembangunkanku disepertiga malam terakhir dengan lembut dengan atautanpa percikan air diwajahku. Kau ajak aku shalat malam bersamamudengan alunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang memporak-porandakan tamanhatiku, meluluhlantahkan jiwaku dan menghanyutkan aku akan kecintaankupada Allah Ta’ala. Subhanallaah!
Fabiayyi alaairabbikumaa tukadzdzibaan..
Duhai Kanda..
Kuharapengkau adalah laki-laki penyabar dan dapat menghadapi kondisiemosionalku sebagai istri. Saat aku marah, saat aku salah, engkaumeluruskanku dengan cara yang sangat baik dan lembut. Karena kutahu,engkau senantiasa ingin beribadah dengan ikhlas dan ittiba’ (mengikuti)Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa Sallam.
Dan saat engkaumarah, sementara aku ikut terbawa emosi, maka engkau mengajakku untukberlindung kepada Allah Ta’ala, berwudhu, dan shalat dua rakaat.Apabila kita sedang berdiri, maka kita duduk, apabila kita sedangduduk, maka kita berbaring, atau salah satu dari kita akan mencium,merangkul dan menyatakan alasan kita. Apabila salah satu diantara kitaberbuat salah, maka kita akan saling memaafkan karena mengharapkanwajah Allah Ta’ala semata. (Fiqhut Ta’amul bainaz Zaujani)
Lantaskita mengunci rapat-rapat setiap pintu perselisihan dan tidakmenceritakannya kepada orang lain. Saling instropeksi, menyadarikesalahan masing-masing dan saling memaafkan serta memohon kepada AllahTa’ala agar senantiasa disatukan-Nya hati kita, dimudahkan urusan dalamKETAATAN KEPADA-NYA, dan diberikan kedamaian dalam rumah tangga kita.
“Betapa indahnya menjadi bunga ditaman hatimu…”
Duhai Kanda…
Engkaumemberiku makan apabila engkau makan, Engkau memberiku pakaian apabilaengkau berpakaian, Engkau tidak akan memukul wajahku, Engkau tidak akanmenjelek-jelekkan diriku, dan Engkau tidak akan meninggalkankumelainkan didalam rumah (yakni tidak berpisah tempat tidur melainkandidalam rumah)
Dengan keimanan dan ketaqwaanmu, engkautidak pernah berputus asa dalam mencari rizki. Berikhtiar danbertawakkal (menggantungkan harapan) hanya kepada Allah Ta’ala,sebagaimana perintah Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa Sallam :
Kanda…,
Dinda memilihmu karena agama yang ada pada dirimu. Aku memilihmu karena akutahu bahwa engkau akan senantiasa menjagaku dan anak-anakku kelak dariapi Neraka. Kau ajarkan aku untuk taat dan bertakwa kepada Allah ‘Azzawa Jalla
Sungguh, betapa engkau telah membawaku teringatdan bergetar saat engkau menasehatiku sambil membawakan firman AllahTa’ala : Hingga cita-citaku dan keinginanku tuk menjadi BUNGA DITAMANHATIMU sebagaimana Khadijah Radhiyallaahu’anha menemani RasulullaahShallallahu’alaihi wa Sallam sepanjang hidupnya dapat aku amalkanperlahan-lahan dengan bimbinganmu.
Kelak akan engkauajarkan pula aku untuk senantiasa berbakti kepada Orang Tua kita untukmenggapai ridha Allah Ta’ala. Birrul walidain (berbakti kepada orangtua)
Kanda…,
Betapa akuakan sangat taat kepadamu dengan segala ketaatan dan ketakwaanmu kepadaAllah Ta’ala dan ketaatanmu kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi waSallam. Hingga andaikata Allah Ta’ala tidak melarangku untuk bersujudkepada selain-Nya, maka engkaulah tempatku untuk bersujud memohonSurga… Temanilah diriku sampai matiku nanti, dampingi aku dalammelaksanakan amanah rumah tanggaku. Sesungguhnya, sebagai kepalakeluarga engkau akan ditanya dihadapan Allah Azza wa Jalla tentangpertanggungjawabanmu atas diriku sebagai istrimu. Juga anak-anak danrumah tangga sebagai beban di pundakmu.
Sungguh begituindah memilikimu dalam mitsaqan gholizha ini kelak… maka bagaimana akutidak akan memperhatikanmu, sementara engkau adalah surga dan nerakaku,
Duhai Kanda…. Karenanya… “JADILAH SURGA DITAMAN HATIKU…
“Semoga Allah Ta’ala segera mempertemukan kita dan senantiasamempermudah urusan kita dalam mitsaqan-ghalizha (perjanjian yang sangatberat) kelak.

Aamiin Ya Robb

Kisah Cinta Zullaikha Dan Nabi Yusuf


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bismillahirrohmaanirrohim.

Kisah Nabi Yussuf.a.s yang sangat tampan dan Siti Zulaikha ,ibu angkatnya,yang amat mencintai Rasul ALLAH adalah kisah cinta versi Islam yang sangat terkenal.Siti Zulaikha sanggup menabur fitnah kerana cintanya di tolak oleh Nabi Yusof a.s..Sesudah Nabi Yusuf menjadi belia,maka ketampanan wajahnya terserlah.Makin hari,hati Siti Zulaikha tidak tenang.Dirinya sentiasa terfikirkan wajah tampan anak angkatnya itu.Akhirnya kerinduan pada cinta itu membuatkan Siti Zulaikha merencanakan suatu akal.Dia mula memakai pakaian yang mengoda bersama wangian yang semerbak harumnya melangkah ke kamar Nabi Yusuf.a.s. dan menodai Nabi Alllah,yusuf..



Tiba-tiba Zulaiha masuk ke dalam, mendekatinya dengan ramah, dan memegang tangannya sambil menutup pintu kamar. Zulaiha merasakan kegelisahan, ketakutan, dan tak boleh menjawab pandangan kedua mata Yusuf. Ia lalu berpaling ke arah Yusuf, sedangkan Yusuf selalu berusaha menjauh darinya. Isteri al-Aziz kemudian berkata, “Apakah maksud semua ini, hai, Yusuf? Janganlah engkau menjauh dariku, sehingga aku binasa kerana rindu kepadamu”. Yusuf diam tanpa jawapan. Isteri al-Aziz mendekatinya lagi seraya berkata, “Aduhai, Yusuf,betapa indahnya rambutmu!”


Yusuf menjawab, “Inilah sesuatu yang pertama kali akan berhamburan dari tubuhku setelah aku mati”.


“Aduhai, Yusuf, betapa indahnya kedua matamu!” Bujuk isteri al-Azizlagi.


“Keduanya ini adalah benda yang pertama kali akan lepas dari kepalaku dan akan mengalir di muka bumi!”


Isteri al-Aziz berkata lagi, “Betapa tampannya wajahmu, hai, Yusuf”.


“Tanah kelak akan melumatnya,” Jawab Yusuf.


Kemudian Zulaiha berkata kepadanya, “Telah terbuka tubuhku kerana ketampanan wajahmu”.


“Syaitan menolongmu untuk berbuat hal itu!” Kata Yusuf.


“Yusuf! Bagaimanapun aku harus mendapatkan apa yang selama ini kudambakan, dan kini aku datang kerananya”. Kata Zulaiha.


Yusuf menjawab: “Ke manakah aku akan lari dari murka Allah jika aku menderhakaiNya?”


Nabi Yusuf kemudiannya mula menjauh dan melarikan diri dari Isteri Al-Aziz.Zulaikha mengejar dan sempat tangannya mencapai pakaian Yusuf dari arah belakang.Lalu terkoyaklah bajunya(Yusuf).


Zulaikha merasa takut lalu melaporkan hal tersebut kepada suaminya dengan menfitnah mengatakan bahawa dia di nodai Yusof.Tetapi,Al-Aziz tidak mempercayainya kerana sifat jujur Yusuf dan juga bukti yang nyata iaitu baju Yusuf terkoyak di bahagian belakang.


Berita itu tersebar dengan cepat sekali di mesir.Zulaikha merasa malu dan kemudiannya menemui penyelesaian.Dia menjemput para wanita menghadiri suatu majlis di rumahnya.Di atas meja majlis tersebut terdapat buah-buahan dan juga pisau.Tika mereka berborak-borak sambil di tangan mengupas buah,lalu Zulaikha memanggil Yusuf.Yusuf pun keluar.Tiba-tiba,semua mata terpaling pada raut wajah yang sangat tampan itu tanpa sedar arah hangat mengalir dari jari-jemari mereka kerana terpukau dengan raut wajahnya.Yusuf dapat mengagak niat jahat ibu angkatnya lalu bermohon pada ALLAH.Sambil berlindung kepada Allah,

Yusuf berkata,


“Tuhanku! Penjara lebih kusukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Allah hindarkan aku dari tipu daya mereka, tentulah aku tertarik kepada mereka. Dan tentulah aku termasuk orang yang jahil”.

Allah meneguhkan hamba-hamba-Nya yang mukmin serta berlindung dan berpegang dengan kebenaran yang diperintahkan oleh-Nya ...” Maka, Tuhan memperkenankan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar, Yang Maha Mengetahui”.


Setelah beberapa lama di Yusuf di penjara,Zulaikha mula menyesal atas perbuatannya.Wanita itu bertanyakepada dirinya sendiri: “Salahkah aku tatkala menyuruh al-Aziz memasukkan Yusuf ke dalam penjara? Ya, kuharamkan diriku melihat Yusuf... “Sekali lagi ia berfikir dalam kegelisahannya: “Tetapi, apakah aku bersalah dalam urusan itu?”


Ia menyanggah dirinyasendiri untuk lepas dari azab, seperti seorang dermawan yang haus,tetapi tidak sanggup menjangkau air yang dipikul di bahunya sendiri.Hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahunberjalan tanpa sunyi dari cerita isteri al-Aziz dengan Yusuf.


Tiba-tiba dengan izin ALLAH , datanglah utusan raja, memerintahkan Al-Aziz untuk datang ke istana. Isteri al-Aziz sangat hairan, sebab hal itu belum terjadisebelumnya. Ia bertanya kepada suaminya apa kira-kira yangmenyebabkan sang raja memanggilnya ke istana.


Al-Aziz menjawab, “Mungkin ada urusan yang berhubungan dengan Yusuf.”


Mendengar nama Yusuf disebut lagi, lenyaplah segala dugaan.Tetapi, benarkah raja hanya berkehendak untuk berbicaradengannya tentang Yusuf?


Dengan penuh pertanyaan di benaknya, pergilah isteri al-Azizmenuju 
istana raja. Di sana didapatinya wanita-wanita yang telahmemotong tangannya beberapa waktu yang lalu, semuanya menghadapRaja Mesir. Sementara itu, sang raja memandangi wajah parawanita itu satu persatu, kemudian mengajukan pertanyaan singkatkepada wanita-wanita itu: “Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadamu)?”


Mereka menjawab serentak: “Kami tiada mendapati suatu keburukan padanya (Yusuf)”.


Tiba-tiba, tanpa diminta oleh Raja, isteri al-Azizberbicara. Ia merasa telah tiba saatnya untuk berbicara terus terangperihal itu, agarhilang semua beban dosa kerana tindakan aniayanya terhadapYusuf. Di hadapan Raja, wanita-wanita kota, dan seluruh yang hadir disitu, ia menerangkan:


“Sekarang jelaslah kebenaran itu. Akulahyang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku), dansesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar”.(Yusuf berkata), “Yang demikian itu agar dia (al-Aziz)mengetahui bahawa sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya dibelakangnya, dan bahawasanya Allah tidak merelai tipudayaorang-orang yang berkhianat. Dan aku tidak membebaskan diriku (darikesalahan), kerana sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepadakejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang”.

Terjadi perbezaan pendapat tentang kehidupan perempuan ituselanjutnya. Sebahagian orang berpendapat bahawa sejak itu isterial-Aziz hidup bersama kesedihan dan putus asa kerana ingatannyakepada Yusuf. Sebahagian yang lain berpendapat bahawa isterial-Aziz itu akhirnya pindah ke suatu tempat yang jauh, dan tiadakhabar beritanya sama sekali. Yang jelas, kehidupan wanita itumenjadi terganggu, kerana cinta kepada Yusuf.Namun ada yang mengisahkan setelah peristiwa itu Zulaihabertaubat kepada Allah SWT. Ketika Yusuf diutus menjadi Rasul danmenjadi penguasa menggantikan Al-Aziz, Nabi Yusuf berjumpadengan Zulaiha yang ketika itu keadaannya sudah tua. Akhirnya Allahmenjadikan Zulaiha muda remaja dan berkahwin dengan Nabi Yusuf.Maka jadilah Zulaiha sebagai seorang wanita yang solehah yangsentiasa beramal kepada Allah SWT.

Bila Lelaki Kehilangan Tulang Rusuknya


WANITA: Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
LELAKI: Kamu!!!
WANITA: Menurut kamu, saya ini siapa?
LELAKI: (Berfikir sejenak, lalu menatap WANITA dengan pasti) Kamu, tulang rusukku.
Kerana Allah melihat bahawa Adam kesepian. Saat Adam sedang lena tidur, Allah mengambil rusuk Adam dan menciptakan Hawa. Semua LELAKI mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hatinya...
Setelah berkahwin, pasangan itu mengalami masa yang indah dan manis untuk sementara. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kelelahan hidup yang ada. Hidup mereka menjadi membosankan.
Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari pada akhir sebuah pertengkaran WANITA lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak "Kamu tidak cintakan saya lagi!!!".
LELAKI sangat membenci ketidakdewasaan WANITA dan secara spontan juga berteriak "Saya menyesali perkahwinan ini! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!!!"
Tiba-tiba WANITA terdiam, dan berdiri kaku untuk beberapa saat.
LELAKI menyesali akan apa yang sudah dia lafazkan, tetapi seperti air yang telah tertumpah tidak mungkin untuk diceduk kembali. Dengan berlinang air mata, WANITA kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. "Kalau saya bukan tulang rusukmu, biarkan saya pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing".
Lima tahun berlalu. LELAKI masih belum lagi berkahwin, tetapi berusaha mencari khabar akan kehidupan WANITA. WANITA pernah ke luar negeri tetapi sudah kembali. Dia pernah berkahwin dengan seorang asing dan bercerai.
LELAKI agak kecewa bila mengetahui WANITA tidak menunggu, sepertinya.
Dan di tengah malam yang sunyi, dia meminum kopinya dan merasakan sakit di
hatinya. Tetapi LELAKI tidak sanggup mengakui bahawa dia merindukan WANITA.
Suatu hari, mereka akhirnya bertemu kembali. Di airport, tempat di mana banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas.
LELAKI: Apa khabar?
WANITA: Baik... Kamu sudah menemui tulang rusukmu yang hilang?
LELAKI: Belum.
WANITA: Saya akan terbang ke New York dengan penerbangan berikut. Saya akan kembali 2 minggu lagi. Telefon saya kalau kamu berkesempatan. Kamu tahu nombor telepon saya kan ? Tidak ada yang berubah.
WANITA tersenyum manis, berlalu di hujung lafaz "Selamat tinggal.."
Satu minggu kemudian, LELAKI menerima khabar WANITA adalah salah seorang korban Menara WTC. Malam itu, sekali lagi, LELAKI meneguk kopinya dan kembali merasakan sakit dihatinya. Akhirnya dia sedar bahwa sakit itu adalah kerana WANITA, tulang rusuknya sendiri yang telah dengan bodohnya dia patahkan.
Kita menempiaskan 99% kemarahan walau kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya adalah penyesalan. Seringkali penyesalan itu datang dikemudiannya, akibatnya setelah kita menyedari kesalahan kita, semua sudah terlambat...
Kerana itu, jagalah dan sayangilah orang yang dicintai dengan sepenuh hati... Sebelum mengucapkan sesuatu berfikirlah dahulu, apakah kata-kata yang kau ucapkan akan menyakiti orang yang dicintai? Kira merasakan akan menyakitinya, sebaiknya jangan pernah dilafazkan. Kerana semakin besar risiko untuk kehilangan orang yang dicintai.
Jadi berfikirlah, apakah kata-kata yang akan dilafazkan sebanding dengan akibat yang akan diterima?? 

CARTA DOSA JASA ANDA DI DUNIA, ANUGERAH ANDA DIAKHIRAT


Mengingati diriku yang selalu terlupa...
 

1. Meninggalkan sembahyang - Ular Saqar sedang menunggu 

2. Melewat-lewatkan sembahyang - Neraka WAIL sedang menganga

3. Meringan-ringankan syariat - Mendapat pandangan murka Al-Jabbar

4. Mengumpat peribadi orang - gunting neraka sedang diasah

5. Menyebarkan gossip atau fitnah - Duri-duri menanti anda di taman neraka

6. Tidak menjaga pergaulan -Libasan api neraka dijanjikan

7. Tidak berakhlak dengan manusia - Kemurkaan Allah bersama mu..

8. Menyakiti hati orang dengan lisan- Masuklah mana-mana pintu neraka

9.Meringankan amanah - Angkatlah seberkas kayu dari neraka
 



10.Bersangka buruk - Amalan baik diambil orang

Saturday, 25 June 2011

Untuk Suami & Bakal2 Suami selamat membaca dan menghayati ( Dan tidak lupa kepada Isteri & Bakal2 Isteri )

Perempuan bagaikan angin,
lembutnya melenakan,
ributnya menggusarkan.
Adakalanya mereka seperti ibu,
menyaji kasih, menghidang sayang,
adakalanya mereka seperti anak,
ingin dibelai, minta dimanjakan,
adakalanya mereka seperti nenek,
berleter seadanya, merungut semahuannya.

Namun,
merekalah insan yang terhampir,
teman kembara dalam kehidupan yang sementara ini.
bahagia dan derita kita sangat berkait dengan mereka.

( i )

Psst….
Tiba-tiba isteri merajuk
pandai-pandailah memujuk
buka telinga, tajamkan pendengaran,amati suaranya
teliti dengan hati yang terseni
rasional atau emosi ?
andainya emosi, belailah emosi itu
jangan cuba dihadapkan secara rasional
kerana si dia tak akan terdaya
mengunyah hujah,berilah walau seribu sebab
lengkap dengan perangkaan statistik
atau dokumen saintifik
berserta dengan beberapa affidavit
dia tetap melulu kerana fikiran sudah berjerebu.
Dalam situasi ini
fikiran telah ditawan perasaan
sebaiknya, perhaluskan kata, perindahkan bahasa
jinakkan perasaan, hadiahkan senyuman.
Masih gagal ?
cuba gunakan sentuhan
semarakkan belaian.

Masih gagal juga ?
Tunggu saja rajuknya reda
emosi isteri
bagai riak-riak air dalam cawan
jangan digoncang…… buat selamba
lambat laun, gelombang akan tenang
air dicawan akan kita minum jua.

Tapi awas…..
kalau ternyata, rajuknya berfakta
masamnya berdata, geramnya berilmiah
marahnya ada prima facie
ini rajuk taraf tinggi namanya
perlu ditangani berhati-hati
kalau ternyata benar,apa salahnya kita terima
mengaku lalu berjanji serta berikrar
” Sayang abang tak ulang lagi ”
katakan ” Sayang….abang alpa ”
bisikkan ” Darling.. I lupa..”
hulurkan tangan, pinta kemaafan
pendekatan kasanova, tapi hati suci

Rajuk isteri seperti mangga muda
perisanya masam
tetapi…
kalau kena cicahnya
enaknya akan terasa.
ingat, api yang panas, padam oleh salji yang dingin.

( ii )

Arghh…
tiba-tiba isteri merungut
malah kadangkala agak mengugut
minta aksesori serta perabut
minta Villa yang tersergam indah
atau mahligai di lereng bukit
sedangkan kita bukan Shah Jehan
yang mampu membina Taj Mahal buat isterinya
tetapi isteri pula, persis Nur Jehan
yang meminta petanda keagungan cintanya
Katanya ” Seabadi permata….
segermelapan intan ” …
sedangkan ditangan kita
cuma cincin tembaga.

Aduh…
peritnya mengukur cinta
dalam ukuran mayam atau menimbang setia
menerusi Bursa Saham papan utama
kasih isteri, turun naik
mengikut kadar tukaran wang asing.

Tiada guna menyesali diri
diakan dulu pilihan kita ?
semasa mekarnya
dia dihargai, dipuja-puji
dia kini sudah menjadi ibu
pada anak-anak kita
sudah takdir…
permata yang dipilih
perlu digilap semula.

Namun
putus asa jangan sekali
terimalah dia, dengan redha.
justeru isteri
pada hakikatnya
adalah bayang-bayang suami
wanita adalah tulang rusuk yang bengkok
luruskan dengan berhati-hati bertegas tapi jangan berkeras
lembut tapi jangan reput.

Katakan RM bukan segala-galanya
lalu pada saat yang kudus
setelah bersolat bersama
bisikkanlah ” Duhai isteriku…
marilah kita bina perkahwinan ini
dengan cinta yang sejati
marilah kita kutip rezeki
dengan keringat tersuci
kita cari harta, tetapi itu bukan segala-galanya
padamu isteri,istanamu, di hati ini
padamu sayang
kalung cintamu, di jiwa ini.”

( iii )

Puuuh…
Akan tiba masanya bila ‘isteri’ di hati tapi kurang di mata
usia meningkat kecantikan tergugat dulu yang kita lihat mulus kini beransur pupus
betis, tidak lagi bunting padi
pipi, bukan lagi pauh dilayang
apakah dengan itu akan berkurang cinta kita ?
jika berkurang, nyatalah cinta kita
selama ini cinta di mata bertapak di body
tapi jika cinta tetap kekal malah semakin bertambah
ertinya cinta kita di hati, berpasak di budi.
itulah cinta sejati.

Namun tidak salah
di samping menyanjung budi,
kita merampingkan ‘body’
kalau ada kesempatan
ajaklah dia bersenam, amalkan puasa sunat
tapi ingat niat kerana Tuhan
bukan kerana ingin kuruskan badan
tapi Tuhan Maha Penyayang
Dia pasti membantu isteri yang memburu keredhaan suami
tak salah kalau mohon kesihatan, kecantikan dan kecergasan
sama-samalah merampinkan badan
yang terlebih dikurangkan
jangan sesekali mencemuh apalagi menjauh
apa gunanya membandingkan isteri dengan perawan.

Bukan masanya lagi merenung dara
tapi kini saat menghitung dosa
lalu ajaklah isteri sama-sama menambah bakti
moga-moga cinta kita kekal ke hujung usia
di dunia ini dan di akhirat nanti
itulah yang dikatakan
hidup berdua, ‘selepas’ mati pun bersama.


( iv )

Uhhh….
Kekadang isteri mengamuk
dengan ombak prasangka dan taufan cemburu

Apa bukti setiamu suami ?
Apakah tandanya hanya aku di hatimu ?
kekadang disergahnya kita
ketika keringat masih membasah
baru menjengah pintu rumah.

Ketika itu nilailah diri
mungkin kita berdosa dengan Tuhan
atau bersalah dengan insan
mungkin banyak kezaliman dan penganiayaan
yang telah kita lakukan

Lalu datang teguran, amaran dan peringatan
secara ‘indirect’ dari Tuhan
hadapkanlah diri ke cermin hati
kaji diri satu persatu
kalau liar, berhentilah
kalau berdosa, bertaubatlah

Sebaliknya jika ternyata isteri yang melulu
nasihatkanlah baik-baik
bukan senang nak senang
ingatlah mustika kata dalam kitab-kitab tua
suami yang bersabar dengan isteri yang jahat
akan mendapat pahala Nabi Ayub
atau ingatlah pesan Sayidina Umar al-Khattab
ketika didatangi seorang suami yang dileteri isteri :

” Bersabarlah, kerana sesungguhnya isteri telah banyak
membantu kita. Dia yang menyelamatkan kita daripada amukan nafsu.
Dia yang membantu menjaga makan minum kita.
Dia yang mencuci kain baju kita
Dia yang membantu membersihkan rumah kita…
lalu apa salahnya kita bersabar dengan sedikit kerenahnya ? ”

( v )

Marilah sama-sama kita tabur secubit salji pada segenggam api.
Telah banyak kita dengar cerita keruntuhan, kisah perpisahan.
Marilah kita suburkan kembali pohon perkahwinan ini
walaupun sudah berdekad-dekad usianya.

Institusi ini adalah kubu terakhir kita.
Marilah kita pertahankan bersama si dia.
si diaku, si diamu
cinta kita jangan mati dalam arus dunia siber,
biar setia kita makin waja.
Biarlah skrin-skrin internet atau inranet memaparkan
yang indah-indah pantulan seri rumah tangga kita.

Bicara ini diakhiri dengan satu coretan
yang mungkin boleh diguriskan pada kad hari lahir isteri
atau kad ulang tahun perkahwinan
atau surat biru yang ingin kau utuskan padanya…

Atau kau pahatkan saja di halaman hatimu
pada malam nanti :

Aku hanya seorang suami
yang menerima setulus hati
seorang isteri.
Janji yang termeterai
di akad nikah kita musim yang lalu.
Salam kuhulur
buat menyapa hatimu nan luhur.
Bersamalah kita harungi
derita yang datang.
Bersatulah kita tempuhi
nikmat yang bertandang.
Denai perkahwinan
pasti dihujani air mata.
Biar kita rasa: rupanya syurga itu
sangat tinggi maharnya.

Isteri…
tidak kutagih setia, sesetia Hawa.
Atau kerinduan menggila Laila
yang sangat dalam.
Terimalah kehadiranku
di sudut tersuci di dalam hatimu…..
seorang isteri.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...